aksara raja carakan madura dan pasangannya

Adalima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok , namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat AKSARAJAWA dan PASANGANNYA beserta contoh penulisan Date:, | Author : Unknown. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook. Read more. Gadis Korea Cantik Bercinta Dengan Ayahnya Agen Poker Royalflush88 Daftar Disini Agen Bola Online No 1 Terbaik Pregnant girl get fucked Film Bokeps Ngintip Orang AksaraJawa yang dalam hal ini adalah Hanacaraka (dikenal juga dengan nama Carakan) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, Makasar, Madura, Melayu, Sunda, Bali, dan Sasak. Pengantaraksara Jawa Aksara Jawa dipakai dalam berbagai teks berbahasa Jawa dan beberapa bahasa lain di sekitar wilayah penuturannya. Aksara ini lebih dikenal sebagai Hanacaraka atau Carakan. Buku singkat ini mencoba memaparkan huruf-huruf serta tanda baca yang dipakai dalam aksara ini serta aturan penggunaannya. Jawa sunda, melayu, osing, madura, batak, dll. Bahasa paling familiar buatku tentu bahasa jawa sama dengan beda nama. Kalo mau lebih rumit lagi, ke seni bahasa tulisan jawa, silakan menemui aksara jawa berupa huruf carakan disertai pasangan-pasangannya. Itu baru bahasa jawa, belum bahasa daerah lainnya yang kemungkinan ada pembagiannya Freie Presse Chemnitz Sie Sucht Ihn. Aksara rekan – Seperti yang kita ketahui bersama yang mana wilayah nusantara di dalamnya mempunyai sejumlah sejarah yang sangat panjang. Kemudian setiap suku bangsa datang dan pergi silih berganti dari masa demi masa. Bahkah tidak jarang diantaranya dari mereka yang pergi kemudian mencoba membentuk suatu asimilisi kebudayaan yang baru. Dimana budaya yang baru ini terdapat di dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam bidang politik, budaya dan juga agama. Jadi ungkapan ini di dalam bidang budaya dianggap sebagai istilah – istilah yang baru. Jadi maknanya’ apabila ada istilah baru maka sudah pasti akan bermunculan berbagai macam jenis aksara – aksara yang baru tercipta. Mengapa masih bermunculan dan tercipta berbagai macam jenis aksara – aksara baru? Dalam hal inidisebabka oleh karena aksara yang sudah tersedia dala hanacaraka dinggap tidak dapat memenuhi segala yang menjad keperluan dalam istilah baru itu. Sehingga kemudian bermunculanlah berbagai macam jenis aksara – aksara baru, selain Aksara Swara, ada juga aksara murda dan kemudian rekan. Nah pada pembahasan kali ini, edmodo id akan menerangkan secara detail, mengenai aksara rekan, untuk lebih jelasnya simak ulasan selngkapnya di bawah ini. Aksara Rekan Definisi dari aksara-rekan sendiri ialah merupakan salah satu jenis Aksara yang biasanya kerap digunakan dalam menuliskan berbagai jenis huruf – huruf serapan, dimana biasanya huruf ini penulisan tersaji dalam atau berasal dari bahasa arab. Untuk pengertian serapan sendiri merupakan sejumlah abjad atau huruf sebagai contoh seperti huruf f, kh, dz dan lain sebagainya. Kemudian perlu sahabat semua ketahui yang mana dari beberapa Huruf huruf tersebut dipengaruhi oleh huruf yang terhimpun dalam hijaiyah Arab. Kalimat aksara-rekan tersebut disampaikan dalam bahasa jawanya seperti berikut ini Aksara rekan yaiku aksara kanggo nulis tembung kang asale saka basa manca, khususe basa Arab. Sebagai contoh ada beberapa kata seperti GhaibZakatFajarKhotibMadzab Dari beberapa kosa kota diatas dalam penulisannya menggunakan aksara yang biasa, adapun jika bisa, maka sudah tentu akan terkesan sangat kaku. Maka oleh sebab itulah mengapa bermunculannya atau diciptakan dan dibentuknya jenis aksara ini. Fungsi Aksara Rekan Dengan muncul atau terbentunya jenis aksara ini tidak lain dan tidak bukan ialah agar dalam menulisakan sebuah kalimat sesuai dengan kalimat yang diaksud. Sehingga dengan demikian tidak akan menimbulkan atau adanya kesalah pahaman dalam menyebutkan kalimat yang dimaksud. penulisan kalimat sesuai dengan yang penulis maksud, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Kemudian dengan mucul atau terciptanya aksara ini dianggap bisa menjaga dari pada makna dari sejumlah kata / kalimat yang dimasud dan agar tetap memiliki bentuk sebagaimana mestinya. Selain itu, dengan adanya aksara ini, akan menjaga makna daripada kata kata yang dimaksud dengan bentuk asalnya. Di indonesia sendiri hampir mayoritas penduduknya adalah muslim, selain itu kebanyakan nama yang masing – masing individunya terapkan dipengaruhi dari bahasa arab. Sebagai contoh misalnya seperti nama Fatimah, Abdulloh, Rahman, zahrah dan lain sebagainya. Tentunya orang akan merasa senang apabila nama mereka ditulis dengan baik dan benar, artiya tidak mengubah dari pada makna yang terkadung dibalik nama tersebut. Aturan Penulisan Aksara Rekan Kemudian perlu sahabat semua ketahui, yang mana ada sejumlah aturan yang harus sahabat perhatikan jika sahabat hendak menuliskan sebuah kalimat dengan menggunakan aksara ini, yang diantaranya adalah sebagai berikut. Hanya ada lima huruf dalam aksara hanacara memiliki versi rekan, yang diantaranya adalah huruf kha, dza, fa/va, za dan jenis aksara ini dapat disandingkan dengan sandhangan swara, atau dengan sandhangan wyanjana serta apabila aksara murda diberikan sandhangan pepet, adi lambang pada tiga koma yang ada diatas aksara harus disatukan ke dalam apabila diberikan sandhangan layar, wulu serta cecak, jadi lambang dari tiga titik diatas harus sebelah kiri dan sandhangan berada disebelah kanannya. Cacah Jumlah Aksara Rekan Selanjutnya pada Aksara cacahe ini memiliki lima bentuk yang diantaranya adalah kha, dza, fa/va, za dan gha. Beikut merupakan lima bentuk Aksara tersebut kha,dza,fa/va,zagha Untuk penulisan aksaranya bisa sahabat semua simak keterangannya pada gambar di bawah ini Apabila sahabat semua sudah mengetahui fungsi dan aturan dari pada aksara ini, maka selanjutnya perlu sahabat ketahui juga pasangan dari pada aksara ini, yang diantaranya adalah Aksara Pasangan Rekan Dari jenis aksara ini Aksara memiliki rekan pasangan yang hampir serupa dengan pasangan yang ada pada aksara hanacaraka biasa, kecuali pada huruf fa. Dalam penulisan jawa dari pada aksara ini adalah sebagai berikut Aksara iki kang nduweni pasangan yaiku aksara fa. Selanjutnya perlu sahabat semua perhatikan kembali penjelasan pada gambar tabel dari aksara murda pada pasangan berikut ini, Kemudian coba sahabat bandingkan juga dengan rekan pasangan yang terdapat di dalam hanacaraka biasa. Maka dengan penjelasan dari pada gambar tabel ini, dapat kita simpulkan bahwa jelas hanya pada aksara fa yang memiliki rekan pasangan yang tidak sama atau berbeda. Sedangkan pada aksara lainnya tidak jauh berbeda dengan aksara pasangan biasa. Sekian yang bisa edmodo sampaikan, semoga apa yang sudah kami sampaikan semuanya bisa membantu dan bermanfaat bagi sahabat semua. Aksara Jawa termasuk aksara yang memiliki kompleksitas pada penggunaannya. Salah satunya dapat dilihat dari adanya pasangan aksara Jawa yang tidak bisa dipisahkan dari aksara dasarnya. Diketahui, Aksara Jawa memiliki 20 aksara, yakni Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga. Setiap aksara tersebut memiliki pasangan yang melekat dengan aksara dasar. Sebelum membahas pasangannya, alangkah baiknya kita membahas tentang aksara dasar di bawah ini! 1 Aksara Carakan dan Pasangannya Aksara Carakan dapat dikatakan aksara yang mendasar. Dilihat dari namanya pun, aksara ini digunakan untuk penulisan bermacam macam kata-kata. Dimana tiap aksara memiliki pasangannya masing-masing. Berikut contoh aksara Jawa yang terdiri dari 20 huruf Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aksara cakra memiliki aksara pasangan. Dimana akasara ini berfungsi untuk mematikan atau menghilangkan vokal dari aksara sebelumnya. Contohnya seperti kata mangan’ yang menggunakan pasangan na pada huruf terakhir atau huruf matinya. Berikut beberapa aksara pasangan yang perlu kamu ketahui Pasangan Aksara Jawa merupakan simbol-simbol yang berguna untuk mematikan atau menghilangkan huruf vokal pada aksara dasar atau aksara carakan. Di sinilah peran pasangan Aksara Jawa, yaitu untuk menghilangkan atau mematikan huruf vokal yang ada di aksara dasar. Berikut contoh kalimat aksara jawa yang menggunakan pasangan Untuk menerjemahkan huruf latin ke aksara Jawa seperti diatas, kamu dapat menggunakan alat Translate Aksara Jawa berikut ini. 2 Aksara Swara Untuk membuat sebuah kalimat utuh, kamu juga perlu huruf vokal yang dalam aksara Jawa disebut Aksara Swara. Dalam kamus bahasa Jawa, Aksara swara digunakan untuk menuliskan huruf vokal yang menjadi huruf depannya, terutama kata yang berasal dari bahasa asing untuk mempertegas pelafalannya dengan benar. Berikut 5 contoh dari aksara swara 3 Aksara Wilangan Penggunaan aksara wilangan biasanya terdapat pada kalimat-kalimat yang menggunakan angka. Misalnya akan menulis tahun, tentu saja membutuhkan angka agar lebih singkat, padat dan juga jelas. Cara penulisannya pun tidak terlalu rumit, Anda hanya perlu menghafal 10 angka saja dalam versi aksara Jawa. Bila hal tersebut sudah Anda kuasai dengan baik, maka Anda tinggal menaruhnya di samping angka yang Anda inginkan. Cara penulisannya sama seperti yang ada di Bahasa Indonesia. Berikut contoh aksara wilangan atau aksara angka 4 Tanda Baca Aksara Jawa Pada aksara Jawa, tanda baca yang tersedia hanya berupa koma ,, titik . dan juga pengutip “”. Aksara Jawa tidak mempunyai tanda seru, tanda tanya, tanda hubung dan garis miring ataupun simbol-simbol yang biasa digunakan pada matematika umum, yaitu tambah, kurang, dan sama dengan. Berikut contoh tanda baca pada aksara Jawa 5 Sandhangan Aksara Jawa Aksara Jawa juga memiliki komponen lain yakni sandangan. Sama seperti pasangan, sandangan juga penting saat menulis kalimat dalam aksara Jawa. Aksara akan berubah vokalnya jika ditambah dengan sandangan yang sesuai vokal masing-masing. Berikut contoh sandangan aksara Jawa 6 Aksara Rekan Aksara rekan adalah cara menulis aksara jawa yang digunakan untuk menuliskan huruf-huruf serapan yang berasal dari bahasa Arab atau bahasa negara lain. Seperti huruf f, kh, dz dan lain sebagainya. Berikut contoh aksara rekan dan pasangannya 7 Aksara Murda Aksara murda merupakan aksara khusus yang difungsikan untuk penulisan huruf depan nama orang, nama tempat atau semua kata yang diawali bersama dengan huruf kapital pada penulisannya. Berikut contoh aksara murda 8 Kaidah Penulisan Aksara Jawa? Aksara Jawa pada bentuk aslinya, dituliskan menggantung di bawah garis. Penulisan ini mirip seperti penulisan aksara Hindi. Hanacaraka terdiri dari 20 huruf dasar, 8 huruf utama aksara murda, 8 pasangan huruf utama, 20 huruf pasangan yang memiliki fungsi menutup vokal, serta ada lima aksara swara. Selain itu juga terdapat lima aksara rekan beserta pasangannya, beberapa sandhangan yang berfungsi untuk pengatur vokal, tanda baca, huruf khusus dan tanda pengatur tata penulisan yang benar. Berikut contoh penulisan aksara jawa yang benar. PANGAJHÂRÂN 4Tèma LingkunganCARAKANLalampa'an Menandai tata tulis aksara carakan Madura dalam Mengelompokkan tata tulis aksara carakan Madura sesuai dengan fungsinya Atoran Nyerrat Carakan Tata Tulis CarakanPaddhâ lèngsa ènggi ka’ḍinto tanḍhâ sè aropa'aghi sèttong ghâris mèrèng. Ghâris mèrèng ka'ḍinto bâgiyân bâbâ mèrèng ka kangan dhinèng bâgiyân attassèpon mèrèng ka akadhi ka'ḍinto = ꧈ lèngsa. Ghunaèpon tanḍhâ paddhâ lèngsa ka’ḍinto mènangka koma , manabi tolèsan latèn. $ads={1}Paddhâ longsè ènggi ka'ḍinto tanḍhâ sè aropa duwâ' ghâris mèrèng Ghâris mèrèng ka'ḍinto samè akadhi tanḍhâ paddhâ lèngsa. Bâgiyân bâbâ mèrèng ka kangan, dhinèng bâgiyân attassèpon mèrèng ka kacèr. Bangonnèpon akadhi ka'ḍinto ꧉ longsè . Ghunaèpon tanḍhâ paddhâ longsè ka'ḍinto mènangka tité' . manabi è tolèsan latèn. Paddhâ dhek-adhek èngghi ka’ḍinto sè aropa ḍuwâ' ghâris lanjhâng manjheng, attas bâbâ samè bâḍâ konco'na. Ghâris ka'ḍinto ngadhek è aḍâ'na okara pamokka'.Bhâgonnèpon akadhi ka'ḍinto ꧋ paddhâ dhek-adhek. Gunaèpon tanḍhâ paddhâ dhek-adhek ka'ḍinto mènangka pamokka' manabi nyerrat okara paragraf. Nangèng manabi nyerrat oca' bisaos otabâ okara sè ta' ḍâpa' ka saratta paragraf ta' mabi ngangghuy tanḍhâ paddhâ dhek-addhek. Paddhâ bilângan èngghi ka'ḍinto tanḍhâ sè aropa cekcek ḍuwâ' èsoson attas bâbâ. Bhângonnèpon akadhi ka'ḍinto ꧇ ... ꧇ paddhâ bilângan. Ghunaèpon tanḍhâ paddhâ bilângan ka'ḍinto kaangghuy ngapèt bilângan carakan, manabi bilângan bâḍâ neng momolanna okara paragraf, bilângan èyapèt dhek-adhek sareng paddhâ bilângan. Manabi bilângan bâḍâ neng tengnga’anna okara, èyapèt sareng ḍuwa' paddhâ bilângan. Dhinèng manabi bilângan bâḍâ neng bingkèng okara, bilângan èyapèt paddhâ bilângan sareng longsè. Ghunana Atoran Nyerrat Carakan Madhurâ Fungsi Tata Tulis Carakan Madura Atoran otabâ gherrogher nyerrat aksara carakan panèka cè' parlona karana manabi ta' onèng ka atoranna nyerrat mèla serradhânna bhâḍhi salbut ta' karowan, La-mala kantos ta' bisa èmaos sareng orèng langkong saè pamahamannèpon ngèrèng to-conto serradhân è bâbâ panèka talèktèghi kalabân tarongghu kadhiponapa caraèpon masang paddhâ neng è caraèpon aghuna'aghi lèngsa ꧈ ꧋ꦲꦼꦥ꧀ꦥꦃꦤꦩꦼꦤ꧀ꦲꦺꦴꦠꦺꦴꦃ꧈ ꦗꦒꦸꦁꦱꦉꦁꦱꦧ꧀ꦧꦿꦁ꧉ Eppa' namen oto', jhâghung sareng caraèpon aghuna'aghi paddhâ longsè ꧉ sareng dhek-adhek ꧋꧋ꦲꦗꦩ꧀ꦩꦲꦼꦭ꧀ꦭꦲꦠꦼꦭ꧀ꦭꦺꦴꦂꦲꦺꦏꦤ꧀ꦝꦁꦔꦠꦼꦂꦫꦺꦴꦱ꧀ꦔꦺꦂꦉꦩ꧀ꦩꦺ꧉ajâmma ella atellor è kanḍhângnga terros ngèrremmè Conto caraèpon aghuna'aghi tanḍhâ paddhâ bilângan ꧇ ... ꧇꧋꧕‌‌꧇ꦥꦔꦺꦴꦂꦧꦶꦧꦤ꧀ꦚꦃꦤꦲꦗꦩ꧀ꦩ꧉ 5 pangorbhi bânnya'na ajâmma꧋ꦱꦧꦤ꧇꧗꧐꧇ꦩꦺꦠꦼꦂꦭꦤ꧀ꦗꦁꦔ꧉ Sabâna 70 mèter lanjhângnga꧋꧒꧓꧇ꦲꦺꦠꦩ꧀ꦧ꧇꧑꧔꧇ꦥꦣꦱꦉꦁ꧇꧓꧗꧉ 23 ètambâ 14 Padâ sareng 37Èyatorè kaghâli jhughân ra-okara è bâbâ ka'ḍinto!꧋ꦲꦺꦴꦗꦤ꧀ꦤꦠꦭꦺꦧꦠ꧀ꦢꦼꦂꦉꦱ꧀꧈Ojhânna talèbât dherres ꧋ꦧꦤ꧀ꦚꦃꦠꦩꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦱꦺꦲꦺꦕꦥꦺꦴꦃꦧꦤ꧀ꦗꦶꦂ꧉Bânnya’ tamennan sè ècapo’ bânjir ꧋ꦩꦢꦸꦫꦥꦗꦠ꧀ꦏꦭꦺꦴꦤ꧀ꦠꦧꦸꦗꦤ꧉ Madhurâ pajhet kalonta bujâna ꧋ꦲꦺꦴꦫꦺꦁꦩꦗꦁꦲꦧꦤ꧀ꦠꦭ꧀ꦲꦺꦴꦩ꧀ꦧꦃꦲꦱꦥꦺꦴꦃꦲꦔꦺꦤ꧀꧈Orèng majâng abhântal ombâ’ asapo’ angèn ꧋ꦲꦺꦧꦸꦩꦺꦴꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦗꦸꦏꦺꦴꦃꦥꦺꦤ꧀ꦝꦁ꧉Èbhu monḍhut jhuko’ pènḍhângCaraèpon Nyerrat Carakan Madhurâ Teknik Menulis Carakan Madura Kaangghuy nyerrat carakan Madhurâ bâḍâ pan-saponapan gher-ogher/atoran sè kodhu ètoro'.Gher-ogherrèpon akadhi Manabi nyerrat aksara carakan Madhurâ kodhu èghântong è bâbâ èpon ghâris buku tolès. Parkara ka'ḍinto nyopprè jhârna' otabâ saè, kong-langkong manabi marlowaghi pangangghuy otabâ pasangan. Nyerrat aksara carakan Madhurâ ta' mabi èyella'è scriptio continua otabâ ta' mabi spasi sanaos laèn oca', bhidhâ sareng tolèsan latèn mabi spasi. Ta' kèngèng mèsa otabâ megghâ' pangangghuy sè èkaparlo ḍâlem sèttong oca' sanaos ampon ngallè ghâris. Ta' kèngèng mèsa pasangan ḍhâmpèng manabi ampon totok bhâris. Pasangan ḍhâmpèng kodhu bhâḍhi pasangan torson manabi oca' sè ètolès ghi' ta' aksara carakan madhurâ langkong saè abâk mèrèng sakonè' kèngèng bhunten. Contowèpon Katerrangan oladhi aksara pasanganna sa sè èkorong ghâpanèka asalla aḍhâmpèng, nangèng karana bhâris otabâ ghâris buku ampon ta' cokop mèlana kodhu torson ta' kèngèng pèsa sabâ' è bharis anyar. PANGAJHÂRÂN 6Tèma Kaaghâma’anCarakanLalampa’an 1 Menjelaskan tata cara penulisan aksara murda Menulis kalimat yang mengandung aksara murda carakan Aksara Murda / Rajâ Carakan Aksara rajâ / murda ka’ḍinto bânnè aksara kapital akadhi neng è latèn. Manabi aksara kapital ka’ḍinto aksarana huruf samè bânnya’na akadhi aksara kènè’na otabâ kèngèng èkoca’aghi sadhâjâ huruf latèn ka’ḍinto bâḍâ huruf kapitalla. Bidhâ sareng aksara murda sè bânnya’ èpon ta’ sadhâjâna aksara bâḍâ murdana. $ads={1} Aksara murda ka’ḍinto saèstona aksara mahaprana salaènna na bân nya sè èbhâḍhi aksara rajâ, melaèpon bânnya’na ta’ akadhi aksara ghâjhâng. Dhinèng aksara mahaprana ghunana ka’angghuy keccap sè asowara berra’ akadhi bhâ, dhâ, ḍhâ, ghâ, jhâ. Aksara rajâ neng carakan Madhurâ saèstona bâḍâ nine macem tor ampon kadaftar è UNICODE, nangèng neng ku-buku pangajhârân, panèka namong bâḍâ 8 macem salaènna Ca ꦖ bân pasanganna Nya .. …◌꧀ꦘ È bâbâ ka’ḍinto cem-macemma aksara murda / rajâ ꦨ ꦯ ꦟ ꦦ ꦘ ꦡ ꦑ ꦓ ꦖ bhâ sa na pa nya ta ka ghâ ca Pasangannèpon aksara rajâ ……◌꧀ꦨ …….◌꧀ꦯ ……..◌꧀ꦟ …◌꧀ꦦ …….◌꧀ꦘ …….◌꧀ꦡ …….◌꧀ꦑ …….◌꧀ꦓ ……….◌꧀ꦖ bhâ sa na pa nya ta ka ghâ ca Atoran nyerrat aksara rajâ, akadhi ka’ḍinto Kaangghuy nyerrat asmaèpon orèng, pangkat gelar, nyamana lembaga, kennengngan, ghunong, songay bls. Manabi sè èyaḍâ’ sobung aksara rajâèpon, ngallè ka aksara sè bâḍâ è bingkèngnga. Ḍâlem sèttong oca’ cokop sèttong aksara rajâ. Aksara matè ta’ kèngèng èserrat aksara raja. Sanaos asmaèpon orèng sareng samacemma manabi sobung aksara rajâèpon, cokop èserrat ngangghuy aksara kènè’ sadhâjâ. È mamolanna okara manabi bannè asmaèpon orèng tor samacemma, cokop èserrat mabi aksara kènè’. Èyatorè oladhi sareng li-kaghâli to-conto è bâbâ ka’ḍinto! ꦨꦱꦸꦏꦶꦱꦉꦁꦗꦸꦮꦶꦩꦲꦩ꧀ꦥꦺꦴꦤ꧀ꦫꦧꦸꦣꦫꦶꦯꦶꦠꦸꦧꦤ꧀ꦢ Basuki sareng Juwima ampon rabu ḍâri Situbândâ ꦩꦤ꧀ꦯꦭꦺꦲꦩ꧀ꦥꦺꦴꦤ꧀ꦭꦱ꧀ꦠꦫꦺꦔꦗꦶ Human being Salè ampon lastarè ngajhi ꦆ‌ꦤ꧀ꦝꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦪꦧꦤ꧀ꦚꦃꦲꦱꦺꦭ꧀ꦧꦸꦩꦺꦤ Inḍonèsia bânnya’ asèl bhumèna ꦨꦤ꧀ꦢꦧꦱꦥꦗꦠ꧀ꦏꦭꦺꦴꦤ꧀ꦠꦠꦥꦪ꧀ꦪ Bândâbâsa pajhât kalonta tapayya Katerrangan È conto sè kapèng tello’ oca’ Inḍonèsia; na sè ḍâ’-aḍâ’ ta’ kèngèng èserrat aksara rajâ mèlaèpon matè. Dhinèng -sia èserrat ya amarghâ carakan panèka nolès monyèna keccap bânnè nolès tolèsan latènna tor na sè kapèng ḍuwâ’ ngangghuy aksara rajâ marghâ nyamana naghârâ, dhâddhi kodhu tolès ꦆꦤ꧀ꦝꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦪ bânnè ꦆꦤ꧀ꦝꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦄ . È conto sè kapèng empa’, bâ sè kapèng ḍuwâ’ ta’ kèngèng èserrat aksara rajâ mèlaèpon ampon bâḍâ aksara rajâna bâ sè kapèng sèttong, akadhi panèka jhughân sa.

aksara raja carakan madura dan pasangannya