akulah allah tuhanmu maka sembahlah aku

SesungguhnyaAllah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. (QS. 3:51) Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia:”Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong Shellabear1912: Sebab itu demikianlah firman Tuhanmu Allah karena kamu telah mengatakan yang sia-sia dan telah melihat yang bohong itu Akulah lawanmu demikianlah firman Tuhanmu Allah. Leydekker Draft: Sebab 'itu demikijen baferman maha besar Tuhan Huwa; 'awleh karana kamu meng`atakan kasija-sijaan, dan melihat perdusta`an: sebab 'itu bahuwa KataAllah berasal dari kata Al Ilah artinya Yang Disembah. Aku adalah Allah (Yang Disembah ), dan tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku ( Thaha 20 : 14 ). Aku adalah Tuhan-mu, karena itu sembahlah Aku (Al Anbiya 21:41). Dia adalah Allah yang berkuasa (kudrat) dan berkehendak (irodat). Dia ingin eksis. Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan “Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Imran : 76). Itulah tadi, Hukum 117 Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Freie Presse Chemnitz Sie Sucht Ihn. Hillsong Brasil Meu Jesus, Salvador Outro igual não há Todos os dias, quero louvar As maravilhas do teu amor Consolo, abrigo Força e refúgio é o Senhor Com todo o meu ser, Contudo que sou, Sempre te adorarei Aclame ao Senhor Toda terra e cantemos Poder, majestade E louvores ao Rei Montanhas se prostrem E rujam os mares Ao som de teu nome Alegre te louvo Por teus grandes feitos Firmado estarei Sempre te amarei Incomparáveis são tuas promessas Incomparáveis são tuas promessas Incomparáveis são tuas promessas, pra mim Composição - Pernahkah Yesus Mengatakan Bahwa Dia Tuhan? Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutama bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhat dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus disembal Padahal setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab Bible itu sendiri dimana Yesus pernah bersabda bahwa "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja." Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, "Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. Ucapan atau sabda Yesus tersebut memberikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah di dalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 48-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut "Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper­lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada­Nya "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. " Maka berkatalah Yesus kepadanya "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Matius 48-10 Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya. Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!'' Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami 1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja laa ilaaha ilallaahu. 2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya. 3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata­kata Yesus sebagai berikut "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!" Yesus sendiri yang memberikan kesak­sian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh saudara­-saudara kita umat Kristiani? Dalam kitab suci Al-Quran Nabi Isa alaihissalam Yesus juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa alaihissalam Yesus dalam Al-Quran Innallaaha huwa rabbii wa rabbukumfa`buduuhu haadzaa shiraathum mustaqiim "Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. " Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 64, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa "Dengarlah, hai orang Israel Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!" Berdasarkan Taurat, Injil dan Al-Quran, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyem­bah hanya kepada Allah yang dia sembah. Oleh sebab itu untuk pertanyaan yang ketiga ini, disediakan pula hadiah uang. tunai sebesar Rp. bila menemukan ayat dalam Alkitab Bible, dimana Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, "Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja". Kami yakin siapapun tidak akan menemukannya. Tetapi jika menemukannya, silahkan hubungi kami untuk mengambil hadiah Rp Seandainya tidak menemukannya berarti Yesus tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus disembah. Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut "Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? Yesaya 46 5 Sumber Mustahil Kristen Bisa Menjawab karya H. Insan LS Mokoginta Mantan Kristen Baca Juga Selamat Kepada Ateis! اِنَّنِىۡۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَا فَاعۡبُدۡنِىۡ ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكۡرِىۡ Innaniii Anal laahu laaa ilaaha illaa Ana fa'budnii wa aqimis-salaata lizikrii Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. Juz ke-16 Tafsir Wahai Musa, ketahuilah sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Tuhanmu, dan sungguh tidak ada tuhan pencipta alam raya yang layak disembah selain Aku, maka berimanlah kepada-Ku, sembahlah Aku, dan laksanakanlah salat untuk mengingat-Ku dan bersyukur kepada-Ku.” Inilah prinsip pertama akidah, yaitu keesaan Tuhan. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa wahyu yang utama dan yang disampaikan ialah bahwa tiada Tuhan yang sebenarnya melainkan Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, untuk menanamkan rasa tauhid, mengesakan Allah, memantapkan pengakuan yang disertai dengan keyakinan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Oleh karena itu hanya Dialah satu-satunya yang wajib disembah, ditaati peraturan-peraturan-Nya. Tauhid ini, adalah pokok dari segala yang pokok, dan tauhid ini juga merupakan kewajiban pertama dan harus diajarkan lebih dahulu kepada manusia, sebelum pelajaran-pelajaran agama yang lain. Pada akhir ayat ini Allah menekankan supaya salat didirikan. Tentunya salat yang sesuai dengan perintah-Nya, lengkap dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, untuk mengingat Allah dan berdoa memohon kepada-Nya dengan penuh ikhlas. Salat disebut di sini secara khusus, untuk menunjukkan keutamaan ibadat salat itu dibanding dengan ibadat-ibadat wajib yang lain, seperti puasa, zakat, haji dan lain-lain. Keutamaan ibadat salat itu antara lain ialah apabila dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tata tertib yang telah digariskan untuknya, ia akan mencegah seseorang dari perbuatan yang keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah Bacalah Kitab Al-Qur'an yang telah diwahyukan kepadamu Muhammad dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah salat itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. al-'Ankabut/29 45 Sebagian ahli Tafsir berpendapat bahwa penutup ayat ini, ditujukan kepada orang yang tidak menunaikan salat pada waktunya, apakah karena lupa atau yang lainnya, supaya melaksanakannya apabila ia sudah sadar dan mengingat perintah Allah yang ditinggalkan itu sebagaimana sabda Rasulullah saw. Barang siapa yang tertidur dari salat atau lupa, maka imbangannya kafaratnya adalah salat ketika ia ingat. Tidak ada imbangan lain selain itu. Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik Dan sabdanya pula Apabila salah seorang kamu tidur sehingga tidak salat atau lupa salat hendaklah ia menunaikannya apabila ia telah mengingatnya, karena sesungguhnya Allah berfirman, "Dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku." Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas Salah satu fungsi salat adalah untuk mengingat Allah, namun bukan berarti boleh tidak menunaikan salat hanya cukup ingat kepada Allah, karena zikir itu dengan hati, lisan dan anggota badan. sumber Keterangan mengenai QS. TahaSurat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai Thaahaa, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut Oleh Asali, Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutama bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semua diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang harus disembah. Padahal setelah kami pelajari, kaji dan dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab Bible itu sendiri dimana Yesus pernah bersabda bahwa Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja.’ Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.’ Ucapan atau sabda Yesus tersebut memberikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 48-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut “Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.’ Maka berkatalah Yesus kepadanya Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Matius 48-10 Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya. Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’ Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami 1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja laa ilaaha ilallaahu. 2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya. 3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-kata Yesus sebagai berikut Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!’ Yesus sendiri yang memberikan kesaksian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh saudara-saudara kita umat Kristiani? Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as Yesus juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa as Yesus dalam Al Qur`an Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. QS. Ali Imran 3 51 Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 64, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa Dengarlah, hai orang Israel Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!’ Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyembah hanya kepada Allah yang dia sembah. Oleh sebab itu untuk pertanyaan yang ketiga ini, disediakan pula hadiah uang tunai sebesar Rp. bila menemukan ayat dalam Alkitab Bible, dimana Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja’. Kami yakin siapapun tidak akan menemukannya. Tetapi jika menemukannya, silahkan hubungi kami untuk mengambil hadiah Rp Seandainya tidak menemukannya berarti Yesus tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus disembah. Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya. Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?’ Yesaya 46 5 Tanggapan Pdt. Budi Asali 1 Kalau diminta ayat yang persis seperti yang dikatakan oleh Mokoginta, maka memang tidak ada. Bahkan untuk Allah Bapa sendiri, juga tidak ada ayat yang betul-betul persis dengan yang Mokoginta inginkan. Tetapi apa dasarnya Alkitab harus mengajar dengan cara persis seperti yang Mokoginta inginkan? Dengan kata-kata Mokoginta sendiri, mana dalilnya dalam Alkitab’, bahwa hanya kalau ada kata-kata persis seperti yang Mokoginta inginkan, baru Yesus adalah Allah? Juga mana dalilnya dalam Alkitab’, bahwa hanya kalau Yesus sendiri berkata Sembahlah Aku!’, baru Ia layak disembah? Alkitab mengajar dengan cara yang bervariasi. Misalnya pada waktu Alkitab mau mengajarkan bahwa Yesus adalah Pencipta, Alkitab tidak menggunakan satu pernyataan yang keluar dari mulut Yesus sendiri “Aku adalah Pencipta!”, tetapi Alkitab menuliskan a Pkh 121 - “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!’”. Perlu diketahui bahwa dalam bahasa Ibrani kata pencipta’ ada dalam bentuk jamak, dan itu pasti mencakup Yesus dan Roh Kudus. b Yohanes 11-3,10 - “1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. ... 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya”. c Ibrani 110 - “Dan Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu”. Demikian juga pada waktu Alkitab mau mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah dan karena itu harus disembah, Alkitab tidak mengajar dengan memberikan pernyataan dari mulut Yesus sendiri “Aku adalah Tuhan / Allah, sembahlah Aku!”. Tetapi Alkitab mengajar dengan mengatakan hal-hal di bawah ini 1. Yesus menyatakan diri sebagai Anak Allah’, atau menyatakan Allah sebagai BapaNya’. Bagi orang-orang yang tidak mengerti cara penggunaan istilah Anak Allah’ pada jaman itu, mereka akan mengira / menganggap bahwa istilah ini justru menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Allah. Tetapi bagaimana cara Alkitab sendiri mengartikan istilah ini? Mari kita membaca Yohanes 518 - “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan menyetarakan diriNya dengan Allah”. 2. Sangat banyak ayat yang menyatakan Yesus sebagai Allah, misalnya a. Yesaya 95 - “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. b. Yohanes 11 - “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. c. Roma 95 - “Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaanNya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!”. d. Titus 213 - “dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus”. e. 1Yohanes 520 - “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal”. f. Wahyu 18 - “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”. Kalau ada banyak ayat yang secara explicit menyatakan Yesus sebagai Allah, kira-kira bagaimana pandangan Mokoginta tentang ayat-ayat ini? Biasanya ia akan mengatakan atau ayat-ayat ini bukan kata-kata Yesus sendiri, atau ayat-ayat itu sudah diubah! Ini merupakan sesuatu yang lucu. Kalau tidak ada, ditanyakan mana ayat / dalilnya; tetapi kalau ada, maka dikatakan itu bukan kata-kata Yesus atau ayatnya sudah diubah. 3. Alkitab secara explicit mengatakan bahwa Allah sendiri memerintahkan para malaikat untuk menyembah Yesus. Ibrani 16 - “Dan ketika Ia membawa pula AnakNya yang sulung ke dunia, Ia berkata Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.’”. Kalau Dia memang bukan Allah, maka pasti Allahnya sendiri berdosa dengan menyuruh para malaikat menyembah Dia! 4. Bahkan Alkitab menunjukkan bahwa di surga sekalipun, Yesus disembah! Wahyu 56-14 - “6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. 7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. 8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan itulah doa orang-orang kudus. 9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.’ 11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, 12 katanya dengan suara nyaring Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!’ 13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’ 14 Dan keempat makhluk itu berkata Amin’. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah”. Jelas bahwa Anak Domba’ itu menunjuk kepada Yesus, dan karena itu text ini menunjukkan dengan jelas bahwa Yesus dimuliakan dan disembah, di surga! 5. Dalam kehidupanNya di dunia, Yesus sendiri berulang kali disembah dan disebut Tuhan / Allah, dan Ia menerimanya! a. Matius 82 - “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepadaNya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.’”. b. Matius 918 - “Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tanganMu atasnya, maka ia akan hidup.’”. c. Matius 1433 - “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”. d. Matius 1525 - “Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata Tuhan, tolonglah aku.’”. e. Matius 1714 - “Ketika Yesus dan murid-muridNya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah”. f. Matius 2020 - “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapanNya untuk meminta sesuatu kepadaNya”. g. Matius 289,17 - “9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata Salam bagimu.’ Mereka mendekatiNya dan memeluk kakiNya serta menyembahNya. ... 17 Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orang ragu-ragu”. h. Yohanes 938 - “Katanya Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia sujud menyembahNya”. i. Lukas 2451-52 - “51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52 Mereka sujud menyembah kepadaNya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita”. Yesus mau menerima sembah dan sebutan-sebutan itu, dan tidak pernah menolaknya, padahal Ia sendiri mengatakan bahwa kita hanya boleh menyembah Allah Matius 410. a. Rasul-rasul menolak sembah. Kisah Para Rasul 1025-26 - “25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. 26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya Bangunlah, aku hanya manusia saja.’”. Kisah Para Rasul 1413-18 - “13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. 14 Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru 15 Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, 17 namun Ia bukan tidak menyatakan diriNya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.’ 18 Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka”. b. Malaikat juga menolak sembah. Wahyu 1910 - “Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.’”. Wahyu 228-9 - “8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. 9 Tetapi ia berkata kepadaku Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!’”. c. Herodes, karena mau menerima penghormatan ilahi, dihukum mati oleh Allah. Kisah Para Rasul 1220-23 - “20 Herodes sangat marah terhadap orang Tirus dan Sidon. Atas persetujuan bersama mereka pergi menghadap dia. Mereka berhasil membujuk Blastus, pegawai istana raja, ke pihak mereka, lalu mereka memohonkan perdamaian, karena negeri mereka beroleh bahan makanan dari wilayah raja. 21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. 22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya Ini suara allah dan bukan suara manusia!’ 23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing”. Karena itu, kalau Yesus menerima sembah, maka hanya ada 2 pilihan atau Dia adalah orang yang kurang ajar / nabi palsu, atau Dia adalah Allah sendiri! Yang mana yang saudara pilih? Ingat, tidak ada pilihan lain, atau Dia adalah Allah, atau Dia adalah nabi palsu. Tidak ada pilihan bahwa Ia adalah nabi asli, orang saleh, dsb, tetapi bukan Allah! Hendaklah Mokoginta menjawab pertanyaan ini Dia Allah atau nabi palsu? 2 Saya ingin mengomentari kata-kata Mokoginta, yang akan saya kutip ulang di bawah ini. “Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’ Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami 1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja laa ilaaha ilallaahu. 2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya. 3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-kata Yesus sebagai berikut Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!’”. Menurut saya, kata-kata ini, khususnya point no 1nya, sama sekali tidak ada logikanya. Coba Mokoginta buktikan bagaimana mungkin dari kata-kata Yesus ini bisa kita pahami bahwa Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid! Point no 2 juga salah, karena pada waktu mengutip ayat Perjanjian Lama itu Yesus bukannya sedang memerintahkan kepada Iblis! Point no 3, lagi-lagi menunjukkan bahwa Mokoginta berusaha mengatur Alkitab. Kalau Yesus mau mengajar bahwa diriNya adalah Allah, apakah harus dengan cara yang seperti Mokoginta inginkan? Tuntutan yang diberikan Mokoginta tidak ada dalilnya’ dalam Alkitab. Seperti yang telah saya jelaskan di atas, Yesus / Alkitab bisa menggunakan cara lain untuk menyatakan Yesus sebagai Allah yang harus disembah! 3 Tentang ayat Al-Quran yang dipakai, saya tidak akan menanggapi, karena saya memang tidak mempercayainya. Saya hanya mempercayai Alkitab! Tetapi bahwa Alkitab mengakui Yesus sebagai Tuhan / Allah, dan Alkitab mengajarkan penyembahan terhadap Yesus, sedangkan Al-Quran justru melarangnya, jelas menunjukkan bahwa Alkitab dan Al-Quran bertentangan secara frontal. Karena itu, tidak mungkin Al-Quran merupakan sambungan’ dari Alkitab! 4 Tentang Ulangan 64 dan Yesaya 465, saya memang mengakui bahwa itu menunjukkan bahwa Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu esa. Tetapi kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa Alkitab, pada banyak bagian lain, menunjukkan a Adanya semacam kejamakan dalam diri Allah. Misalnya 1. Kejadian 126-27 - “26 Berfirmanlah Allah Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’ 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka”. Anehnya, kalau dalam ay 26 digunakan bentuk jamak, maka dalam ay 27 digunakan bentuk tunggal. 2. Yesaya 68a - “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’”. Ini salah terjemahan. KJV Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I send, and who will go for us?’ = Juga aku mendengar suara Tuhan berkata Siapa yang akan Kuutus, dan siapa akan / mau pergi untuk Kita / Kami?. Mengapa mula-mula digunakan kata ganti orang bentuk tunggal Ku’ / I’, tetapi belakangan digunakan kata ganti orang bentuk jamak us’ = kami / kita?? b Keilahian Yesus. Ini sudah saya berikan di atas, dan tidak perlu saya ulangi di sini. c Keilahian Roh Kudus. Misalnya Kisah Para Rasul 53-4,9 - “3 Tetapi Petrus berkata Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.’ ... 9 Kata Petrus Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.’”. Semua ini menyebabkan orang Kristen mempercayai doktrin Allah Tritunggal, yang memungkinkan kita untuk mempercayai keesaan Allah, dan sekaligus keilahian Yesus dan Roh Kudus. Keesaan Allah yang kita percayai bukanlah keesaan mutlak! Jadi, Kristen terletak di antara 2 kelompok kepercayaan. Di sebelah kanan ada monotheisme mutlak seperti Islam / Saksi Yehuwa, dan di sebelah kiri ada polytheisme / ajaran tentang adanya banyak allah / dewa seperti Hindu / agama-agama Yunani / Romawi kuno, dan di tengah-tengah ada Kristen, yang mempercayai Allah yang esa, tetapi mengandung kejamakan tertentu Allah Tritunggal. 5 Saya akan menanggapi kata-kata Mokoginta yang saya kutip ulang di sini “Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya. Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?’ Yesaya 46 5”. Orang Kristen tidak menyamakan Yesus dengan Allah Bapa, tetapi menyetarakannya. Menyamakan akan menimbulkan kekacauan antara 2 pribadi itu, seperti yang dilakukan oleh ajaran Sabelianisme, yang mengatakan bahwa yang berinkarnasi menjadi Yesus adalah Bapa sendiri. Yohanes 518 - “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah”. KJV/RSV/NIV/NASB making himself equal with God’ = membuat diriNya sendiri setara dengan Allah. Filipi 25-7 - “5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”. Juga bandingkan dengan Yohanes 522-23 - “22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia”. Orang yang beragama apapun, kalau ia menghormati Yesus kurang dari ia menghormati Allah, sebetulnya sedang melakukan penghinaan terhadap Yesus. Dan menurut ayat di atas ini, menghina Yesus sama dengan menghina Bapa / Allah sendiri. Sebaliknya, orang Kristen yang menyembah Yesus berarti menyembah Allah Yesus Mengatakan Akulah Allah Tuhanmu, Maka Sembahlah Aku Saja MOKO 3. TEKS BAHASA ARAB قال الله – عز وجل - إني أنا الله لا إله إلا أنا، فاعبدوني، من جاءني منكم بشهادة أن لا إله إلا الله بالإخلاص دخل في حصني، ومن دخل في حصني أمن من عذابي. TEKS BAHASA MALAYSIA Allah telah berfirman Sesungguhnya Akulah Allah, Tuhanmu, Tiada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku, sesiapa di antara kamu yang memberi kesaksian kepada-Ku bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dengan seikhlas hati, maka ia akan masuk ke dalam jagaan-Ku, dan sesiapa yang memasuki jagaan-Ku, maka dialah yang akan selamat daripada azab-Ku. STATUS Lemah KOMENTAR ULAMA/PENGKAJI HADIS Hadis ini disebut oleh Syeikh Mashhūr bin Ḥasan Āl Salmān حفظه الله dalam kitab himpunan hadis-hadis lemah dan palsu beliau berjudul Silsilah al-Aḥādīth al-Ḍaīfah wal-Mawḍūah Mujarradah An al-Takhrīj, di halaman 2022, hadis nombor 10165. Kitab ini adalah ringkasan kepada kitab Silsilah al-Aḥādīth al-Ḍaīfah wal-Mawḍūah karya Syeikh Muḥammad Nāṣir al-Dīn al-Albānī m. 1420H رحمه الله . Berikut adalah maklumat tentang hadis ini, seperti yang terdapat dalam kitab ini ضعيف عن علي بن أبي طالب – رضي الله عنه – حدثنا رسول الله ﷺ عن جبريل – عليه السلام -، قال قال الله – عز وجل - إني أنا الله لا إله إلا أنا، فاعبدوني، من جاءني منكم بشهادة أن لا إله إلا الله بالإخلاص دخل في حصني، ومن دخل في حصني أمن من عذابي. [حل، الضعيفة 4037] Lemah Daripada Ali bin abu Talib RA Rasulullah SAW telah memberitahu kami, daripada Jibril AS, katanya Allah telah berfirman Sesungguhnya Akulah Allah, Tuhanmu, Tiada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku, sesiapa di antara kamu yang memberi kesaksian kepada-Ku bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dengan seikhlas hati, maka ia akan masuk ke dalam jagaan-Ku, dan sesiapa yang memasuki jagaan-Ku, maka dialah yang akan selamat daripada azab-Ku. [Riwayat Abu Nu’aim dalam al-Hilyah al-Awliya’. Lihat Silsilah al-Da’ifah no. 4037] RUJUKAN Muḥammad Nāṣir al-Dīn al-Albānī, & Mashhūr bin Ḥasan Āl Salmān. 2010. Silsilah al-Aḥādīth al-Ḍaīfah wal-Mawḍūah Mujarradah An al-Takhrīj. Maktabah al-Maārif. MAKLUMAN Maklumat ini merupakan hasil dari tajaan Badan Kebajikan Telekom Malaysia Berhad, dengan kerjasama Pejabat Mufti Wilayah dan beberapa universiti tempatan. Projek ini diketuai oleh Jabatan Pengajian Islam, Fakulti Sains Kemanusiaan, UPSI. Moga Allah jadikan ia sebagai pemberat timbangan amalan buat semua yang terlibat. Aamiin! Mohon lapor sekiranya terdapat sebarang kesilapan. Ingin mempelajari ilmu hadis dengan lebih mendalam? Daftar segera di KUIPs.

akulah allah tuhanmu maka sembahlah aku